Oleh: Sopa Siti Marwah, M.Pd.
Garut, 3 Oktober 2025 – Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Guru tidak lagi hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Universitas Garut berkolaborasi dengan Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Jumat, 3 Oktober 2025, bertempat di Aula FPIK Universitas Garut Lantai 4.
Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Literasi Digital di Madrasah Ibtidaiyah melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Video Animasi Interaktif untuk Mendukung Keterampilan Abad 21.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat sekaligus sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital guru dan calon guru Madrasah Ibtidaiyah.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut, Dr. Hj. Hilda Ainissyifa, M.Ag., dan mendapat dukungan dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari kedua perguruan tinggi, yaitu Dra. Hj. Titim Fatimah, M.Ag., Dr. H. Asis Saefudin, M.Si., Ani Yanti Ginanjar, M.Pd., Dr. H. Asep Tutun Usman, M.Pd., Dr. Ani Siti Arisah, M.Pd., dan Sopa Siti Marwah, M.Pd.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan kompetensi literasi digital peserta didik melalui inovasi teknologi pembelajaran berbasis AI, pemanfaatan video animasi interaktif sebagai media pembelajaran adaptif, strategi implementasi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah, serta pengembangan generasi digital Islami yang memiliki kemampuan literasi, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis.
Kegiatan ini diikuti oleh guru Madrasah Ibtidaiyah, mahasiswa PGMI, dan dosen yang memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi pendidikan. Berdasarkan hasil diskusi dan evaluasi kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Sebagian besar peserta mengungkapkan bahwa teknologi AI dapat membantu guru dalam menyusun bahan ajar, membuat media pembelajaran yang menarik, menghasilkan video animasi edukatif, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di kelas.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi guru saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Banyak guru telah menggunakan perangkat digital dalam pembelajaran, tetapi belum memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung kreativitas dan inovasi pembelajaran.
Menurut Sopa Siti Marwah, M.Pd., literasi digital merupakan kompetensi yang harus dimiliki guru pada era transformasi pendidikan saat ini.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat mendukung guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, para narasumber menekankan bahwa penguasaan teknologi digital harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Guru tidak hanya perlu memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memilih dan mengelola informasi digital yang valid untuk mendukung proses pembelajaran.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Selain memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pengembangan program pelatihan lanjutan, penelitian kolaboratif, serta pengembangan media pembelajaran berbasis AI yang dapat diterapkan di Madrasah Ibtidaiyah.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi PGMI Universitas Garut dan PGMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar Islam di Indonesia.
egiatan ini juga sejalan dengan roadmap penelitian dan pengabdian Program Studi PGMI yang berfokus pada inovasi pembelajaran digital, pengembangan kompetensi guru, literasi digital, serta pemanfaatan teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Dengan penguatan literasi digital yang berkelanjutan, guru Madrasah Ibtidaiyah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan mampu mempersiapkan generasi yang unggul, kreatif, serta berkarakter.
Penulis:
Sopa Siti Marwah, M.Pd.
Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut.

0 Komentar