GARUT – Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Universitas Garut sukses menyelenggarakan lokakarya intensif bagi para tenaga pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada "Penguatan Kompetensi Digital Komunitas Pendidikan Fisika".
Bertempat di Aula Gedung H FPIK UNIGA pada Rabu, 22 April 2026, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 1 FPIK UNIGA yang mewakili Dekan FPIK UNIGA, Dr. Hj. Hilda Ainissyifa, M.Ag.
Sesi utama pelatihan bertajuk "AI-Assisted Reflection untuk MGMP Fisika" ini menghadirkan Ibu Resti Weriliani, S.Si., M.Pd. sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa refleksi merupakan kunci utama bagi guru untuk terus berkembang, dan teknologi AI (Artificial Intelligence) dapat menjadi asisten cerdas dalam proses tersebut.
"Kita tidak hanya sekadar menggunakan teknologi, tapi bagaimana AI bisa membantu guru memetakan kekuatan dan kelemahan instruksional di kelas secara lebih objektif," ujar Ibu Resti di hadapan puluhan guru peserta.
Pelatihan ini didesain secara sistematis dengan total bobot 32 Jam Pelajaran (JP), yang mencakup berbagai aspek krusial, di antaranya:
Pentingnya Refleksi Mengajar: Memahami alasan fundamental di balik perlunya evaluasi diri.
Pengenalan AI Generatif: Eksplorasi berbagai alat AI yang dapat menunjang pekerjaan guru.
Prompt Engineering untuk Refleksi: Teknik memberikan instruksi yang tepat kepada AI agar menghasilkan analisis refleksi yang akurat.
Etika Penggunaan AI: Pembahasan mengenai batasan dan moralitas penggunaan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.
Praktik dan Tugas Terstruktur: Peserta langsung mempraktikkan perbandingan refleksi sebelum dan sesudah menggunakan bantuan AI, serta menyelesaikan tugas mandiri.
Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Asep Irvan Irvani, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang antusias mengikuti pelatihan hingga tuntas. Beliau berharap melalui sertifikasi 32 JP ini, para guru MGMP Fisika tidak hanya mendapatkan pemenuhan administrasi profesi, tetapi juga keterampilan nyata untuk menciptakan transformasi di sekolah masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana para guru saling berbagi pengalaman mengenai tantangan mengajar fisika di era digital. Melalui sinergi ini, FPIK UNIGA berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi guru-guru di Kabupaten Garut dalam menghadapi dinamika teknologi pendidikan.


0 Komentar