GARUT – Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Universitas Garut kembali menggelar agenda besar dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Acara bertajuk "Penguatan Kompetensi Digital Komunitas Pendidikan Fisika: Pelatihan Al-Assisted Reflection untuk MGMP Fisika dan Pembelajaran Projek Robotika Berbantuan AI untuk Siswa SMA" ini diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Aula Gedung H FPIK UNIGA.
Kegiatan ini mencakup dua agenda utama yang inovatif, yaitu:
Pelatihan AI-Assisted Reflection yang ditujukan bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika.Pembelajaran Projek Robotika Berbantuan AI yang diikuti dengan antusias oleh perwakilan siswa-siswi SMA.
Dalam era transformasi digital, AI (Artificial Intelligence) bukan lagi sekadar tren, melainkan alat bantu yang krusial. Melalui kegiatan ini, tim dosen Pendidikan Fisika UNIGA yang terdiri dari Resti Weriliani, S.Si., M.Pd., Asep Irvan Irvani, M.Pd., Amar Amrullah, M.Pd., Siti Nurdianti Muhajir, M.Pd., dan Rahmadhani Mulvia, M.Pd., berupaya membekali tenaga pendidik dan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan produktif, khususnya dalam eksperimen robotika dan refleksi pembelajaran.
Acara dibuka secara resmi melalui prosesi simbolis. Dikarenakan Dekan FPIK UNIGA, Dr. Hj. Hilda Ainissyifa, M.Ag., berhalangan hadir, sambutan sekaligus pembukaan acara diwakilkan oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan I menyampaikan pesan penting mengenai relevansi kurikulum dengan perkembangan teknologi terkini.
"Kami dari jajaran pimpinan fakultas sangat mendukung inisiatif pengabdian yang berbasis pada teknologi masa depan seperti AI ini. Mahasiswa dan guru adalah garda terdepan pendidikan, sehingga penguasaan terhadap AI-Assisted Reflection dan Robotika akan menjadi nilai tambah yang sangat besar. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas pendidikan fisika di Garut," ungkap Wakil Dekan I bidang Akademik .
Selain mendapatkan ilmu yang aplikatif, para guru peserta pelatihan juga mendapatkan sertifikat pelatihan sebesar 32JP sebagai penunjang pengembangan profesi. Sementara itu, para siswa SMA mendapatkan pengalaman berharga dalam merancang projek robotika yang terintegrasi dengan teknologi AI.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai ini ditutup dengan sesi pembagian doorprize menarik dan foto bersama sebagai simbol sinergi antara akademisi UNIGA dengan praktisi pendidikan di sekolah.

0 Komentar