Wujudkan Masa Depan Gemilang, FPIK Universitas Garut Gelar Edukasi Literasi Digital di Caringin



GARUT – Di tengah pesatnya arus informasi di era digital, tantangan bagi masyarakat bukan lagi sekadar cara mengakses internet, melainkan bagaimana menyaring konten dan menjaga keamanan diri dari berbagai bentuk kekerasan berbasis siber. Menyadari urgensi tersebut, Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Universitas Garut (UNIGA) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Caringin, Rabu (10/9).

Kegiatan yang bertajuk "Literasi Digital, Cegah Kekerasan, Wujudkan Masa Depan Gemilang" ini dilaksanakan di GOR PGRI Kecamatan Caringin. Ratusan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tampak antusias menyimak pemaparan dari para pakar pendidikan dan teknologi informasi.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Acara ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh civitas akademika UNIGA. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. MAsripah, M.Si., memberikan paparan mendalam mengenai korelasi antara pemahaman literasi digital dengan pencegahan kekerasan, baik fisik maupun psikis yang sering kali bermula dari interaksi di dunia maya.

Dalam presentasinya, Dr. MAsripah menekankan bahwa digital literacy bukan hanya soal kecakapan teknis mengoperasikan gawai.

"Literasi digital adalah benteng pertahanan pertama kita. Dengan memahami etika dan batasan di dunia digital, kita bisa mencegah tindakan perundungan (cyberbullying) hingga kekerasan yang lebih sistematis. Kita ingin masyarakat Caringin menjadi masyarakat yang cerdas secara digital untuk melindungi generasi muda," tuturnya di sela-sela kegiatan.

Inspirasi dari Berbagai Lini

Tak hanya menghadirkan narasumber utama, kegiatan ini juga diperkuat oleh kehadiran tim dosen yang ahli di bidangnya, antara lain Dr. H. Asep Tutun Usman, M.Pd., Asep Irvan Irvani, M.Pd., dan Andinisa Rahmaniar, S.S., M.Pd. Ketiganya memberikan perspektif berbeda, mulai dari sisi pedagogi hingga aspek komunikasi yang sehat di ruang publik digital.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh mahasiswa dan alumni, seperti Dais Nursa'adah, S.Pd. (Alumni), serta Della Agustina, Linda Ramadani, dan Thabdilla Herdiana Zehan (Mahasiswa). Kehadiran mereka membuktikan bahwa edukasi literasi digital harus bersifat inklusif dan merangkul semua lapisan usia.

Hasil Wawancara: Pandangan dari Lapangan

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif di lokasi acara, Asep Irvan Irvani, M.Pd., salah satu dosen pendamping, menjelaskan mengapa Kecamatan Caringin dipilih sebagai lokasi fokus pengabdian kali ini.

"Kami melihat adanya gap informasi yang cukup signifikan di wilayah yang sedang berkembang. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa teknologi hadir sebagai solusi peningkatan ekonomi dan pendidikan, bukan justru menjadi pintu masuk bagi kekerasan dan konflik sosial," ujar Asep.

Salah satu peserta, yang merupakan seorang orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini.

"Selama ini saya sering takut melihat anak-anak main HP terus. Tapi setelah ikut acara dari UNIGA ini, saya jadi tahu apa saja yang harus dipantau dan bagaimana cara bicara dengan anak tentang bahaya di internet. Ini sangat membantu kami di desa," ungkapnya penuh semangat.


Komitmen Berkelanjutan FPIK UNIGA

Ketua pelaksana kegiatan menegaskan bahwa edukasi ini tidak akan berhenti sampai di sini. FPIK UNIGA berkomitmen untuk terus memantau perkembangan literasi masyarakat melalui berbagai program lanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Garut untuk menjadi institusi yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Garut.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian materi panduan literasi digital praktis bagi para peserta. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kegiatan PKM ini mampu menjadi katalisator bagi terwujudnya masa depan yang lebih gemilang, di mana teknologi digunakan secara bijak untuk kemaslahatan bersama.

Posting Komentar

0 Komentar